Web Content

Website-Content

Web content adalah isi dari website yang telah anda buat. Tanpa adanya file-file halaman web dan file pendukung, maka domain dan hosting yang telah Anda miliki tidak akan menampilkan apa-apa jika diakses. Ini seperti memiliki rumah baru yang sudah ada alamatnya tapi belum diisi perabot alias kosong.

Berbeda dengan domain dan hosting yang sangat mudah dimiliki serta tidak membutuhkan skill khusus, konten website membutuhkan penanganan dan skill khusus. Anda harus menyiapkan halaman web beserta file pendukungnya secara terstruktur agar berfungsi dengan baik, lalu menempatkannya di hosting Anda.

Struktur Umum Website

Header atau bagian atas umumnya berisi logo perusahaan dan navigasi utama. Footer atau bagian bawah berisi copyright dan informasi level dua yang tidak terlalu penting namun perlu. Content atau isi website ini kadangkala juga berisi navigasi level dua. Mengenai perlu atau tidaknya navigasi di content berhubungan erat dengan banyak sedikitnya produk Anda. Jika produk anda diatas 20 macam, sudah dipastikan Anda membutuhkan navigasi di dalam content ini, tempatnya boleh di sisi kiri atau sisi kanan.

Kategori Umum dan Khusus Website

Kategori umum adalah link-link yang pasti ada dalam sebuah website, antara lain:

  • About Us
  • Contact Us
  • Social Media: Facebook pages atau twitter
  • Site map

Kategori khusus adalah kategori produk anda sendiri. Jumlahnya berbeda-beda antar satu website dengan web lainnya.

Bahasa dan Keragaman Budaya dalam Web

Bahasa pada hakikatnya merupakan kombinasi berbagai macam simbol yang diatur secara sistematis sehingga dapat dipergunakan sebagai alat komunikasi secara arbitrer (mana suka). Simbol-simbol yang tertata secara sistematis akan melahirkan kata sebagai bagian esensial dari sebuah bahasa yang digunakan oleh kelompok masyarakat tertentu hingga akhirnya melahirkan sebuah wacana, baik lisan maupun tulisan. Karena berupa lambang atau simbol, dengan sendirinya bahasa membutuhkan kesepakatan, sehingga antara komunikator dan komunikan bisa saling memahami maksud yang tersirat di balik simbol-simbol bahasa yang digunakan. Ini artinya, seorang pengguna bahasa –secara sosial– tak bisa bersikap ala Tarzan dengan menciptakan sistem dan pola kebahasaan sendiri tanpa memperhatikan konteks kultur dan latar sosialnya.

Ragam bahasa media internet, khususnya dalam web atau blog, pun tak bisa melepaskan diri dari konteks kultur dan latar sosial keindonesiaan ketika kesepakatan untuk menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai ranah komunikasi telah muncul lebih dari delapan dasa warsa yang silam. Dalam konteks demikian, penggunaan bahasa web atau blog perlu memperhatikan kode bahasa, kode sosial, dan kode budaya sesuai dengan kepentingan ekspresi pengelolanya sehingga pesan-pesan yang disampaikan kepada publik bisa berlangsung efektif dan tepat sasaran.

Secara umum, ada dua kecenderungan penggunaan web atau blog di media internet. Pertama, web atau blog yang digunakan untuk kepentingan ekspresi pribadi (personal). Kedua, web atau blog yang digunakan untuk kepentingan ekspresi institusi (organisasi).

Dari ranah penggunaan bahasa, antara blog pribadi dan institusi memiliki perbedaan yang cukup kontras. Web atau blog pribadi cenderung menggunakan ragam bahasa santai dan tidak resmi dengan beragam kepentingan berekspresi yang bernuansa menghibur. Hal ini tampak pada blog yang digunakan untuk curhat, mendedahkan pengalaman hidup, atau memublikasikan tema-tema tulisan yang ringan dan santai. Meski demikian, tak sedikit juga web atau blog pribadi yang digunakan untuk menyampaikan informasi, opini, refleksi, atau memengaruhi orang lain dengan menggunakan ragam bahasa resmi, tanpa mengabaikan sisi efektivitas berkomunikasi.

Web atau blog institusi, dalam pengamatan awam saya, lebih banyak digunakan untuk membangun pencitraan dan sekaligus dimanfaatkan sebagai corong institusi yang bersangkutan dalam menyampaikan informasi dan memengaruhi publik sesuai dengan kepentingan visi dan misinya. Oleh karena itu, web atau blog institusi pada umumnya cenderung menggunakan ragam bahasa baku dan sebisa mungkin menghindarkan ragam bahasa santai untuk menghapuskan kesan ketaksaan atau pengaburan pesan.

Media dan Standar

Media

Media merupakan suatu wadah atau sarana dalam menyampaikan suatu informasi dari pengirim kepada penerima. Media adalah segala bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi. Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan atau Association of Education and Communication Technology (AECT) membatasi media sebagai saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi. Batasan yang lain juga diberikan oleh Asosiasi pendidikan Nasional atau Education Association (NEA) yang membatasi media merupakan bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun Audio-Visual serta peralatannya serta media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat didengar, dilihat dan dibaca.

Standar

Standar adalah ketentuan atau karakteristik teknis tentang suatu kegiatan atau hasil kegiatan, yang dirumuskan dan disepakati bersama oleh pihak-pihak yang berkepentingan sebagai acuan baku bagi kegiatan dan transaksi yang mereka lakukan.

Standar Web merupakan suatu keharusan, standar non-proprietary dan spesifikasi teknis lainnya yang mendefinisikan dan menggambarkan aspek dari World Wide Web. Dalam beberapa tahun terakhir, istilah ini telah lebih sering dikaitkan dengan kecenderungan untuk membangun situs web, dan filosofi desain web dan pengembangan yang meliputi metode-metode.

Standar web satu sama lain saling tergantung, beberapa di antaranya mengatur aspek internet, bukan hanya World Wide Web (Sebuah Situs). Bahkan ketika web tidak terpantau, standar tersebut secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi perkembangan dan administrasi situs web dan layanan web. Pertimbangannya adalah interoperabilitas, aksesibilitas dan kegunaan dari halaman web dan situs web.

Standar web, dalam arti yang lebih luas, terdiri dari:

  • Recommendations published by the World Wide Web Consortium (W3C)
  • Internet standard (STD) documents published by the Internet Engineering Task Force (IETF)
  • Request for Comments (RFC) documents published by the Internet Engineering Task Force
  • Standards published by the International Organization for Standardization (ISO)
  • Standards published by Ecma International (formerly ECMA)
  • The Unicode Standard and various Unicode Technical Reports (UTRs) published by the Unicode Consortium
  • Name and number registries maintained by the Internet Assigned Numbers Authority (IANA)

Standar web bukanlah merupakan aturan, tetapi terus berkembang dan disesuaikan dengan teknologi web. Standar web yang dikembangkan oleh suatu organisasi sering bersaing kadang disewakan oleh teknologi yang tidak sesuai dengan standarisasi publik dan dinyatakan sebagai standar oleh satu individu atau perusahaan.

 

Sumber:

http://satrioyudhoutomo.blogspot.co.id/2017/03/isi-dalam-sebuah-web-atau-web-content.html

http://agupena.or.id/2017/03/16/ragam-bahasa-website-dan-blog/

http://onedigitalmedia.co.uk/what-is-web-content/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s